Ki Sambarlangit dan Yohanes Chandra Beber Rahasia Aksara Jawa (Bagian 2)

Ki Sambarlangit dan Yohanes Chandra Beber Rahasia Aksara Jawa (Bagian 2)
Kesabaran Yohanes Chandra Eka sudah mencapai puncaknya. Ia segera mendesak Ki Sambarlangit untuk segera menerangkan dan menjelaskan makna sejati dari aksara Jawa.

Ki Sambarlangit pun menyuruh Yohanes Chandra Ekajaya untuk sabar. Ia mengatakan bahwa orang sabar itu gedhe wekasane, yang artinya orang sabar itu besar hatinya. Beliau mengatakan hal tersebut karena penjabaran makna sejati dari aksara Jawa sangatlah berbahaya bila tidak dipahami dengan pengertian yang benar dan tepat. Kalau dalam istilah Jawanya adalah bener lan pener.

Menurut Ki Sambarlangit, aksara Jawa terbaru saat ini sebenarnya baru ada pada masa pemerintahan Hamengkubuwono III. Aksara tersebut dibuat oleh Mahapatih Danureja. Pada awalnya urutan dan bunyinya tidak seperti aksara sekarang ini. Tetapi oleh orang kepercayaan pendahulunya, Hamengkubuwono II, urutan dari aksara Jawa diubah supaya orang Jawa saat ini mengerti bahwa ketika aksara berganti, otomatis mereka menjadi buta aksara, sehingga tidak bisa membaca dan akhirnya tidak bisa mengakses ilmu-ilmu dan pengetahuan dari para leluhur. Yohanes Chandra Ekajaya pebisnis dan penyuka spiritual sangat paham akan konteks yang dimaksud oleh beliau.

Artinya, perubahan aksara sebenarnya juga menjadi tanda berubahnya peradaban. Untungnya orang-orang kepercayaan dari Hamengkubuwono II telah diberi mandat oleh organisasi rahasia untuk memaksa raja berikutnya menggunakan urutan dan bunyi yang telah disiapkan oleh organisasi tersebut. Jadi urutan bunyi tersebut merupakan pesan-pesan tersembunyi dari organisasi tersebut, untuk generasi masa depan. Yohanes Chandra terlihat sangat menaruh perhatian dengan penjelasan Ki Sambarlangit.

Inilah keterangan yang dinantikan oleh para pembaca. Akhirnya Ki Sambarlangit akan membuka rahasia aksara Jawa, dan menerangkan makna aksara Jawa yang sejati di hadapan Yohanes Chandra Eka. Riwayat aksara Jawa terbaru ini sudah diceritakan oleh Ki Sambarlangit sebagai pembuka.

Hana caraka berarti ada aksara/tulisan. Data sawala berarti data atau unsurnya pirantinya sangat banyak. Padha jayanya berarti pernah digunakan pada masa jaya. Maga bathanga artinya hayo, silahkan tebak. YohanesChandra Ekajaya pun tersentak. Ia tak mengira bahwa makna sejati dari aksara Jawa adalah sebuah teka-teki.



0 komentar:

Pengusaha Yohanes Chandra EkajayaCopyright © 2017 Mulai Ngulik Yohanes Ekajaya Support By Yohanes Chandra Ekajaya