Sate Lilit Ikan Tengiri Khas Bali Ala Chef Yohanes Chandra Ekajaya

Sate Lilit Ikan Tengiri Khas Bali  Ala Chef Yohanes Chandra Ekajaya

Siapa yang tak kenal dengan kelezatan salah satu masakan khas nusantara ini, sate lilit khas bali sudah terkenal kelezatannya di bumi nusantara ini dan bahkan mulai digemari oleh wisatawan mancanegara. Pada kesempatan hari ini , Chef YohanesChandra Ekajaya akan sedikit berbagi resep sate ikan lilit ikan tengiri dengan mengunakan bahan-bahan bumbu sederhana.
Berikut ini beberapa cara dan bahan baku yang dibutuhkan dalam membuat sate lilik ikan tengiri ala Chef Yohanes Chandra Ekajaya :

Bahan baku yang dibutuhkan :
·      1000 gram ikan tengiri
·      ½ butir kelapa yang sudah diparut
·      150ml santan
·      tusuk sate lebar
·      5 sendok makan minyak goreng

bahan bumbu halus :
·      15 siung bawang merah
·      8 siung bawang putih
·      10 buah capai merah buang isinya
·      8 butir kemiri
·      2 cm jahe
·      2 cm kunyit
·      2 cm kencur
·      2 cm lengkuas
·      4 lembar daun jeruk purut
·      6 cm serai
·      2 sendok garam

Cara membuat sate lilit ikan tengiri :
·      Haluskan ikan dengan cara di tumbuk ( jangan mengunakan blender akan mengurangi kelezatannya )
·      Tumis bumbu halus hingga harum kemudian dinginkan. Campur dalam adonan ikan aduk hingga merata.
·      Siapkan sebatang tusuk sate kemudian ambil adonan mengunakan sendok makan lilitkan pada tusuk sate lakukan hingga semua adonan sudah benar –benar habis.
·      Bakar sate lilit dengan mengunakan arang (diusahakan bara kecil agar sate tidak cepat gosong ) hingga matang.
·      Sajikan sate lilit ikan tengiri dengan sambal matah.

Note : - apabila adonan lengket anda bisamengunakan sedikit tepung kanji.
            - untuk membuat sambal matah bisa anda browsing di internet.


Chef Yohanes Chandra Ekajaya  berhararap semoga resep sate lilit ikan diatas dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian dan dapat dijadikan sebagai bahan refrensi menu sajian dikala acara kumpul keluarga besar , rekan kerja.

0 komentar:

Peta Hijau , Misi Menjadi Souvenir Ramah Lingkungan Ternama di Dunia


Peta Hijau , Misi Menjadi Souvenir Ramah Lingkungan Ternama di Dunia akar wangi

Indonesia merupakan salah satu negeri dengan penghasil tanaman akar wangi terbesar di dunia, selain India dan Haiti. Tanaman yang banyak tumbuh di Garut, Jawa Barat ini banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan kosmetik dan obat. Berbeda dengan sosok pebisnis muda visioner satu ini yaitu Yohanes Chandra Eka, ternyata tidak tahu jika akar wangi banyak tumbuh di kampung halamannya.
Yohanes Chandra Ekajayabaru mengenal tentang akar wangi yang hanya dapat digunakan untuk diambil minyaknya, saat dirinya menempuh kuliah. Minyat tersebut diproses kembali menjadi kosmetik, pelumas senjata, obat-obatan, dan sebagainya. Namun, karena pengolahan tersebut menyisakan limbah yang cukup banyak, membuat Yohanes Chandra Ekajaya berpikir unutk menciptakan produk dari olahan limbah tersebut.  Naluri bisnisnya pun tumbuh beriringan dengan kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar. Jika semula limbah akar wangi tersebut dibuang, ia pun berinovasi dengan membuat produk kreatif yang memiliki nilai jual yaitu souvenir.
Yohanes Chandra Ekajaya yang dikenal sebagai pebisnis sukses tersebut mencoba mencari peruntungan dalam industri souvenir. Dengan akar wangi yang cukup segar dan ditandai lewat bau harumnya yang khas dan tahan lama tersebut, ia membuat produk yang berkualitas lewat limbah tersebut. Tiga tahun melakoni bisnis tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya bertemu dengan kerabatnya dan pertemuan tersebut mengawali kesuksesan dari produk souvenirnya.
Akhirnya dibuatlah sebuah kombinasi akar wangi dan bulu domba yang diimpior dari Australia dan Selandia Baru untuk dijadikan sebagai sebuah kerajinan tangan. Produk yang dijual hingga ratusan ribu rupiah ini merupakan upaya Yohanes Chandra Ekajaya dalam meraih misi menjadi brand green souvenir andalan Indonesia yang dikenal dan didistribusikan ke seluruh dunia.
Seperti halnya sebuah usaha bisnis pada umumnya, Yohanes Chandra Ekajaya menyiasati minimnya modal yang ia miliki dengan cara mempromosikan produknya dengan media sosial. Disanalah ia kemudian dapat meniti karirnya dalam meraih kesuksesan menjual produk souvenir buatannya. Souvenir yang dibuat pun beragam dan tentunya ramah lingkungan. Bentuknya yang cantik dan baunya yang harum menjadikan souvenir buatannya banyak dicari oleh  para masayarakat di Indonesia. Pesanannya pun telah datang dari berbagai negara seperti daerah di seluruh Indonesia serta negara-negara Asia Tenggara. Meski orderannya terus tumbuh, ia pun tak berpuas diri dalam mengembangkan produknya. Ia pun mengaku terus mengembangkan kualitas dan desain produk agar mendapatkan dari para konsumennya.

0 komentar:

Woodwatch, Jam Tangan Kayu Beromset Ratusan Juta Rupiah Karya Yohanes Chandra

Woodwatch, Jam Tangan Kayu Beromset Ratusan Juta Rupiah Karya Yohanes Chandra

Elegan dan unik, adalah hal yang patut diberikan kepada lelaki asal Malang, Jawa Timur ini. Seorang pebisnis muda yang menciptakan sebuah inovasi dengan memperkenalkan barang yang memiliki ciri khas. Ya, dialah Yohanes Chandra Eka. Dengan memperkenalkan sebuah produk jam berbahan kayu tersebut, Yohanes Chandra Eka mampu mencuri perhatian para pelanggannya.
Yohanes Chandra Ekajayamemberi label produk tersebut yaitu Woodwatch yang di antaranya menyediakan beraneka jenis bahan jati, sonokeling, maple, serta pinus. Sang pemilik perusahaan tersebut berharap bahwa dengan digunakannya produk WoodWatch dapat menambah gaya para konsumennya. Produk buatannya pun lebih ringan dibandingkan dengan jam seukuran berbahan fiber, plastik, atau logam.
Untuk mendongkrak pendapatannya, Yohanes Chandra Ekajaya pun menggunakan strategi promosi secara lebih baik. Lewat sistem reseller dan promosi via media sosial merupakan langkah yang ia lakoni untuk mempopulerkan Woodwatch kepada masyarakat Indonesia hari ini.  Kini, Yohanes Chandra Ekajaya pun dikenal sebagai sosok pebisnis sukses yang telah mendapatkan keuntungan hingga puluhan juta rupiah. Harga untuk sebuah jam pun dibanderol dengan harga Rp 700 hingga Rp 1,5 juta. Namun, agar terkesan ekonomis, ia pun kerap memberikan promo harga yang terjangkau.

Ke depan, Woodwatch terus memproduksi desain produknya agar dapat memenuhi kebutuhan gaya para konsumennya. Para konsumen pun tak perlu ragu untuk mendapatkan sebuah jam yang memiliki desain elegan ini, karena Yohanes Chandra Ekajaya memberikan garansi untuk produknya.

0 komentar:

Pengusaha Yohanes Chandra EkajayaCopyright © 2017 Mulai Ngulik Yohanes Ekajaya Support By Yohanes Chandra Ekajaya